Dataset

Seluruh kumpulan data yang tersedia dalam Portal Satu Data Kementerian Pemuda dan Olahraga dapat diakses secara terbuka dan dikategorikan sebagai data publik, sehingga tidak mengandung informasi yang memuat rahasia negara, rahasia pribadi, atau hal lain sejenisnya sebagaimana diatur dalam Undang-undang nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Data Terbaru

Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Tahun 2024

Berdasarkan data BPS tahun 2024, jumlah pemuda di Indonesia (usia 16-30 tahun) mencapai sekitar 64,22 juta jiwa atau seperlima dari jumlah penduduk Indonesia. Meskipun tidak mendominasi proporsi penduduk Indonesia, namun jumlah pemuda yang cukup besar ini harus menjadi modal besar bagi peningkatan investasi, inovasi, kemajuan dan pembangunan bangsa yang 10 tahun terakhir telah menggunakan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) sebagai alat pemantauan kemajuan pembangunan pemuda tersebut. Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) pada periode 2015–2024 menunjukkan tren yang cenderung fluktuatif, namun secara umum tetap mengalami peningkatan. Sejak tahun 2015, IPP meningkat dari 48,67, menjadi 58,33 pada tahun 2024, atau meningkat sebesar 9,66 poin. Capaian tersebut melampaui target akhir RPJMN 2020–2024 sebesar 57,67. Meski demikian, laju kenaikan IPP tergolong lambat dan kurang signifikan, karena dalam kurun 10 tahun terakhir rata-rata peningkatannya tidak lebih dari 1 poin per tahun. Namun, pencapaian target RPJMN patut diapresiasi sebagai bukti adanya progres nyata dalam pembangunan pemuda di Indonesia. Domain dan Indikator IPP metode lamaD1= Indeks Domain PendidikanX1 = Rata-rata lama sekolah (sumber data : Susenas)X2 = APK sekolah menengah (sumber data : Susenas)X3 = APK perhuruan tinggi (sumber data : Susenas)D2 = Indeks Domain Kesehatan dan KesejahteraanX4 = Angka kesakitan pemuda (sumber data : Susenas)X5 = Persentase korban kejahatan (sumber data : Susenas)X6 = Persentase pemuda yang merokok (sumber data : Susenas)X7 = Persentase remaja perempuan yang sedang Hamil (sumber data : Susenas)D3 = Indeks Domain Lapangan dan Kesempatan KerjaX8 = Persentase pemuda wirausaha kerah putih (sumber data : Sakernas)X9 = Tingkat pengangguran terbuka (sumber data : Sakernas)D4 = Indeks Domain Partisipasi dan KepemimpinanX10 = Persentase pemuda yang mengikuti kegiatan sosial kemasyarakatan (sumber data : Susenas)X11 = Persentase pemuda yang aktif dalam organisasi (sumber data : Susenas MSBP)X12 = Persentase pemuda yang memberikan saran/pendapat dalam rapat (sumber data : Susenas MSBP)D5 = Indeks Domain Gender dan DiskriminasiX13 = Angka perkawinan usia anak (sumber data : Susenas)X14 = Persentase pemuda perempuan berusia 16–24 tahun yang sedang menempuh pendidikan tingkat SMA ke atas (sumber data : Susenas)X15 = Persentase pemuda perempuan yang bekerja di sektor formal (sumber data : Sakernas) Domain dan Indikator IPP metode baruD1= Indeks Domain Pendidikan dan PelatihanX1 = Persentase pemuda mendapatkan pelatihan bersertifikat (sumber data : Sakernas)X2 = Persentase pemuda yang memiliki ijazah SMA/sederajat atau lebih tinggi (sumber data : Susenas)X3 = Persentase pemuda dengan keterampilan (sumber data : Susenas)D2 = Indeks Domain KesehatanX4 = Angka kesakitan pemuda (sumber data : Susenas)X5 = Persentase pemuda yang merokok (sumber data : Susenas)X6 = Persentase pemuda yang berolahraga (sumber data : Susenas Modul)X7 = Persentase remaja perempuan yang sedang Hamil (sumber data : Susenas)D3 = Indeks Domain Ketenagakerjaan layakX8 = Persentase pemuda NEET (sumber data : Sakernas)X9 = Persentase pemuda pekerja tidak penuh(sumber data : Sakernas)X10 = Rasio kewirausahaan pemudaD4 = Indeks Domain Partisipasi dan KepemimpinanX11 = Persentase pemuda yang mengikuti kegiatan sosial kemasyarakatan (sumber data : Susenas)X12 = Persentase pemuda aktif mengikuti organisasi (sumber data : Susenas Modul)X13 = Persentase pemuda yang menduduki posisi manajerial (sumber data : Sakernas)D5 = Indeks Domain Inklusivitas dan kesetaraan genderX14 = Rasio TPAK pemuda perempuan terhadap laki-laki(sumber data : Sakernas)X15 = Persentase pemuda penyandang disabilitas yang bekerja (sumber data : Sakernas)X16 = Persentase perkawinan anak (sumber data : Susenas Kor)

lihat data

Indeks Pembangunan Olahraga (IPO) Tahun 2024

Indeks Pembangunan Olahraga atau Sport Development Index yang selanjutnya disingkat IPO adalah indeks gabungan yang mencerminkan keberhasilan pembangunan keolahragaan. Indeks Pembangunan Olahraga (IPO) adalah metode pengukuran keberhasilan pembangunan olahraga di Indonesia. Indeks Pembangunan Olahraga adalah indeks gabungan yang mencerminkan keberhasilan pembangunan olahraga berdasarkan 9 (sembilan) dimensi dasar yaitu: sumber daya manusia (SDM) olahraga, ruang terbuka, literasi fisik, partisipasi, kebugaran, perkembangan personal, kesehatan, ekonomi, dan performa.SDM = Indeks dimensi SDM olahragaRT = Indeks dimensi ruang terbukaLT = Indeks dimensi literasi fisikPAR = Indeks dimensi partisipasiKEB = Indeks dimensi kebugaranKES = Indeks dimensi perkembangan personalPP = Indeks dimensi kesehatanEKO = Indeks dimensi ekonomiPERF = Indeks dimensi performaIPO  = Indeks Pembangunan OlahragaIndeks Pembangunan Olahraga tahun 2024 sebesar 0,334 dari skala 0-1. Capaian tersebut meningkat 0,007 poin dibandingkan dengan capaian tahun 2023 yang sebesar 0,327. Peningkatan terjadi pada dimensi literasi fisik, ruang terbuka, partisipasi, kebugaran jasmani, perkembangan personal, dan kesehatan.

lihat data

Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Tahun 2023

Indeks Pembangunan Pemuda adalah sebuah instrumen untuk memberikan gambaran kemajuan pembangunan pemuda di Indonesia. Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) merupakan indeks komposit yang memberikan gambaran terhadap tiga lapisan domain pembangunan pemuda. Ketiga hal tersebut terdiri dari pembangunan individu, pembangunan penghidupan dan kesejahteraan, serta partisipasi dalam berbagai bidang kehidupan. Dalam kerangka penyusunan IPP, aspek aspek pembangunan pemuda tersebut dikelompokkan ke dalam 5 domain dengan 15 indikator penyusunnya. Kelima domain tersebut adalah (i) domain pendidikan, (ii) domain kesehatan dan kesejahteraan, (iii) domain lapangan dan kesempatan kerja, (iv) domain partisipasi dan kepemimpinan, serta (v) domain gender dan diskriminasi.D1= Indeks Domain PendidikanX1 = Rata-rata lama sekolah (sumber data : Susenas)X2 = APK sekolah menengah (sumber data : Susenas)X3 = APK perhuruan tinggi (sumber data : Susenas)D2 = Indeks Domain Kesehatan dan KesejahteraanX4 = Angka kesakitan pemuda (sumber data : Susenas)X5 = Persentase korban kejahatan (sumber data : Susenas)X6 = Persentase pemuda yang merokok (sumber data : Susenas)X7 = Persentase remaja perempuan yang sedang Hamil (sumber data : Susenas)D3 = Indeks Domain Lapangan dan Kesempatan KerjaX8 = Persentase pemuda wirausaha kerah putih (sumber data : Sakernas)X9 = Tingkat pengangguran terbuka (sumber data : Sakernas)D4 = Indeks Domain Partisipasi dan KepemimpinanX10 = Persentase pemuda yang mengikuti kegiatan sosial kemasyarakatan (sumber data : Susenas)X11 = Persentase pemuda yang aktif dalam organisasi (sumber data : Susenas MSBP)X12 = Persentase pemuda yang memberikan saran/pendapat dalam rapat (sumber data : Susenas MSBP)D5 = Indeks Domain Gender dan DiskriminasiX13 = Angka perkawinan usia anak (sumber data : Susenas)X14 = Persentase pemuda perempuan berusia 16–24 tahun yang sedang menempuh pendidikan tingkat SMA ke atas (sumber data : Susenas)X15 = Persentase pemuda perempuan yang bekerja di sektor formal (sumber data : Sakernas)

lihat data

Indeks Pembangunan Olahraga (IPO) Tahun 2023

Indeks Pembangunan Olahraga 2023 sebesar 0,327 dari skala 0-1, menunjukkan penurunan sedikit dibandingkan tahun sebelumnya. Dimensi kebugaran jasmani dan partisipasi berada dalam kategori rendah, sedangkan dimensi ekonomi, perkembangan personal, dan literasi fisik berada dalam kategori menengah. Kebugaran jasmani anak dan pemuda Indonesia saat ini menjadi tugas yang mengharukan, dengan hanya 6,79% dan 5,04% yang masuk kategori baik/lebih pada kelompok usia 10-15 tahun dan 16-30 tahun, masing-masing. Hal ini memperjelas kebutuhan untuk peningkatan dalam pendidikan olahraga, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan membangun negara yang lebih sehat dan produktif menuju tahun 2045.

lihat data

Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Tahun 2022

Indeks Pembangunan Pemuda adalah sebuah instrumen untuk memberikan gambaran kemajuan pembangunan pemuda di Indonesia. Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) merupakan indeks komposit yang memberikan gambaran terhadap tiga lapisan domain pembangunan pemuda. Ketiga hal tersebut terdiri dari pembangunan individu, pembangunan penghidupan dan kesejahteraan, serta partisipasi dalam berbagai bidang kehidupan. Dalam kerangka penyusunan IPP, aspek aspek pembangunan pemuda tersebut dikelompokkan ke dalam 5 domain dengan 15 indikator penyusunnya. Kelima domain tersebut adalah (i) domain pendidikan, (ii) domain kesehatan dan kesejahteraan, (iii) domain lapangan dan kesempatan kerja, (iv) domain partisipasi dan kepemimpinan, serta (v) domain gender dan diskriminasi.D1= Indeks Domain PendidikanX1 = Rata-rata lama sekolah (sumber data : Susenas)X2 = APK sekolah menengah (sumber data : Susenas)X3 = APK perhuruan tinggi (sumber data : Susenas)D2 = Indeks Domain Kesehatan dan KesejahteraanX4 = Angka kesakitan pemuda (sumber data : Susenas)X5 = Persentase korban kejahatan (sumber data : Susenas)X6 = Persentase pemuda yang merokok (sumber data : Susenas)X7 = Persentase remaja perempuan yang sedang Hamil (sumber data : Susenas)D3 = Indeks Domain Lapangan dan Kesempatan KerjaX8 = Persentase pemuda wirausaha kerah putih (sumber data : Sakernas)X9 = Tingkat pengangguran terbuka (sumber data : Sakernas)D4 = Indeks Domain Partisipasi dan KepemimpinanX10 = Persentase pemuda yang mengikuti kegiatan sosial kemasyarakatan (sumber data : Susenas)X11 = Persentase pemuda yang aktif dalam organisasi (sumber data : Susenas MSBP)X12 = Persentase pemuda yang memberikan saran/pendapat dalam rapat (sumber data : Susenas MSBP)D5 = Indeks Domain Gender dan DiskriminasiX13 = Angka perkawinan usia anak (sumber data : Susenas)X14 = Persentase pemuda perempuan berusia 16–24 tahun yang sedang menempuh pendidikan tingkat SMA ke atas (sumber data : Susenas)X15 = Persentase pemuda perempuan yang bekerja di sektor formal (sumber data : Sakernas)

lihat data

Indeks Pembangunan Olahraga (IPO) Tahun 2022

Indeks Pembangunan Olahraga atau Sport Development Index yang selanjutnya disingkat SDI adalah indeks gabungan yang mencerminkan keberhasilan pembangunan keolahragaan. Sport Development Indeks (SDI) adalah metode pengukuran keberhasilan pembangunan olahraga di Indonesia. Indeks Pembangunan Olahraga, yang selanjutnya disebut Sport Development Index (SDI) adalah indeks gabungan yang mencerminkan keberhasilan pembangunan olahraga berdasarkan 9 (sembilan) dimensi dasar yaitu: sumber daya manusia (SDM) olahraga, ruang terbuka, literasi fisik, partisipasi, kebugaran, perkembangan personal, kesehatan, ekonomi, dan performa.SDM = Indeks dimensi SDM olahragaRT = Indeks dimensi ruang terbukaLT = Indeks dimensi literasi fisikPAR = Indeks dimensi partisipasiKEB = Indeks dimensi kebugaranKES = Indeks dimensi perkembangan personalPP = Indeks dimensi kesehatanEKO = Indeks dimensi ekonomiPERF = Indeks dimensi performaIPO  = Indeks Pembangunan OlahragaCapaian pembangunan olahraga tahun 2022 yang diukur dengan sembilan dimensi menunjukkan skor sebesar 0,376, menurun 32 poin dibandingkan capaian tahun 2021 yang sebesar 0,408. Capaian tersebut termasuk dalam kategori rendah dari skala 0,00-1. Indeks tertinggi ada pada dimensi ekonomi sebesar 0,604, literasi fisik sebesar 0,576, dan perkembangan personal sebesar 0,550. Sementara itu, indeks terendah ada pada dimensi SDM sebesar 0,071, kebugaran sebesar 0,194, dan partisipasi sebesar 0,309.

lihat data

Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Tahun 2021

Indeks Pembangunan Pemuda adalah sebuah instrumen untuk memberikan gambaran kemajuan pembangunan pemuda di Indonesia. Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) merupakan indeks komposit yang memberikan gambaran terhadap tiga lapisan domain pembangunan pemuda. Ketiga hal tersebut terdiri dari pembangunan individu, pembangunan penghidupan dan kesejahteraan, serta partisipasi dalam berbagai bidang kehidupan. Dalam kerangka penyusunan IPP, aspek aspek pembangunan pemuda tersebut dikelompokkan ke dalam 5 domain dengan 15 indikator penyusunnya. Kelima domain tersebut adalah (i) domain pendidikan, (ii) domain kesehatan dan kesejahteraan, (iii) domain lapangan dan kesempatan kerja, (iv) domain partisipasi dan kepemimpinan, serta (v) domain gender dan diskriminasi.D1= Indeks Domain PendidikanX1 = Rata-rata lama sekolah (sumber data : Susenas)X2 = APK sekolah menengah (sumber data : Susenas)X3 = APK perhuruan tinggi (sumber data : Susenas)D2 = Indeks Domain Kesehatan dan KesejahteraanX4 = Angka kesakitan pemuda (sumber data : Susenas)X5 = Persentase korban kejahatan (sumber data : Susenas)X6 = Persentase pemuda yang merokok (sumber data : Susenas)X7 = Persentase remaja perempuan yang sedang Hamil (sumber data : Susenas)D3 = Indeks Domain Lapangan dan Kesempatan KerjaX8 = Persentase pemuda wirausaha kerah putih (sumber data : Sakernas)X9 = Tingkat pengangguran terbuka (sumber data : Sakernas)D4 = Indeks Domain Partisipasi dan KepemimpinanX10 = Persentase pemuda yang mengikuti kegiatan sosial kemasyarakatan (sumber data : Susenas)X11 = Persentase pemuda yang aktif dalam organisasi (sumber data : Susenas MSBP)X12 = Persentase pemuda yang memberikan saran/pendapat dalam rapat (sumber data : Susenas MSBP)D5 = Indeks Domain Gender dan DiskriminasiX13 = Angka perkawinan usia anak (sumber data : Susenas)X14 = Persentase pemuda perempuan berusia 16–24 tahun yang sedang menempuh pendidikan tingkat SMA ke atas (sumber data : Susenas)X15 = Persentase pemuda perempuan yang bekerja di sektor formal (sumber data : Sakernas)

lihat data