TOPIK

6 Data

book_2

Produk

Laporan Indeks Pembangunan Olahraga 2024

  • Rilis:
    10/12/2024

  • File:
    1 Files

  • Ukuran:
    2.03 MB

Secara umum, peningkatan Indeks Pembangunan Olahraga tahun 2024 patut disyukuri mengingat dalam dua tahun sebelumnya mengalami penurunan. Meski demikian, masih diperlukan upaya yang lebih serius, terencana, terarah, dan berkelanjutan dalam rangka mendapatkan peningkatan indeks yang lebih signifikan. Ada relasi positif yang cukup kuat antara dimensi literasi fisik, partisipasi, kebugaran jasmani, dan ukuran ekonomi olahraga. Upaya yang lebih fokus pada peningkatan literasi fisik dan partisipasi pada gilirannya akan menimbulkan efek kupu-kupu (butterfly effect) pada kebugaran jasmani dan dampak turunannya yang meliputi kesehatan dan perkembangan personal serta peningkatan pada ukuran ekonomi olahraga yang mencakup produk barang dan jasa olahraga. Kesenjangan performa yang semakin lebar antar provinsi bisa dijelaskan dari variabel ekonomi dan ketersediaan sumber daya manusia di wilayah tersebut. Itu sebabnya, perlu ada upaya yang lebih struktural dan sistematis untuk mengatasi masalah ini. Tidak terbatas pada aspek pembinaan olahraganya, tetapi, dan ini yang lebih penting, menatakelola ekonomi dan modal manusia pada wilayah yang tertinggal. Laporan ini menyatakan bahwa Indeks Pembangunan Olahraga tahun 2024 sebesar 0,334 dari skala 0-1. Capaian tersebut meningkat 0,007 poin dibandingkan dengan capaian tahun 2023 yang sebesar 0,327. Peningkatan terjadi pada dimensi literasi fisik, ruang terbuka, partisipasi, kebugaran jasmani, perkembangan personal, dan kesehatan. Indeks partisipasi masyarakat dalam berolahraga pada tahun 2024 sebesar 0,263, meningkat 0,009 poin dibandingkan dengan data tahun 2023 yang sebesar dari 0,254. Secara linier, peningkatan partisipasi masyarakat dalam berolahraga diikuti dengan peningkatan kebugaran jasmani. Indeks kebugaran jasmani masyarakat tahun 2024 sebesar 0,196, meningkat 0,017 poin dibandingkan dengan data tahun 2023 yang sebesar 0,179. Indeks performa tahun 2024 sebesar 0,161, menurun sebesar 0,011 dibandingkan dengan data tahun 2023 yang sebesar 0,172. Penurunan indeks performa pada dasarnya mencerminkan kesenjangan yang semakin lebar antara provinsi yang satu dengan yang lain, terutama antara provinsi di pulau Jawa dan di luar Jawa. Masuknya empat provinsi baru di Papua pada pengukuran tahun ini secara mandiri, yang dari sisi performa masih tertinggal, pada akhirnya mempertinggi kesenjangan tersebut.

book_2

Produk

Laporan Indeks Pembangunan Pemuda 2023

  • Rilis:
    05/08/2024

  • File:
    1 Files

  • Ukuran:
    8.02 MB

Secara umum, IPP Indonesia tahun 2015-2023 memiliki tren yang meningkat. Hal tersebut terlihat dari nilai IPP tahun 2015 sebesar 48,67 menjadi 56,33 pada tahun 2023. Namun, kenaikan nilai IPP tahun 2023 cenderung lambat, hanya meningkat 1 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Jika dilihat selama lima tahun terakhir, hanya domain kesehatan dan kesejahteraan, serta domain gender dan diskriminasi yang mengalami peningkatan. Akan tetapi, domain partisipasi dan kepemimpinan mengalami tren yang menurun. Disisi lain, domain pendidikan dan lapangan dan kesempatan kerja relatif stagnan. Jika dilihat pada masing-masing provinsi di Indonesia, sebanyak 30 dari 34 provinsi mengalami kenaikan nilai IPP. Provinsi yang mengalami penurunan IPP meliputi Maluku Utara, Kepulauan Riau, Maluku, dan Papua. Meskipun demikian, sebagian besar provinsi di Indonesia memiliki IPP di bawah IPP nasional. Terdapat 20 provinsi yang memiliki IPP di bawah IPP nasional. Hanya terdapat 13 provinsi yang memiliki IPP di atas IPP nasional dan satu provinsi yang memiliki IPP sama dengan IPP nasional. Selain itu, masih ada kesenjangan dan ruang untuk optimasi yang perlu diatasi dengan upaya berkelanjutan dan sinergis dari semua pihak terkait. Dari lima domain pembentuk IPP (pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan, lapangan dan kesempatan kerja, partisipasi dan kepemimpinan, serta gender dan diskriminasi), domain kesehatan dan kesejahteraan paling berkontribusi terhadap capaian IPP dengan nilai indeks tertinggi (70,00). Disisi lain, domain partisipasi dan kepemimpinan adalah domain terendah (43,00). Kinerja domain pendidikan mengalami stagnasi selama 5 tahun terakhir, dengan angka 70,00. Angka tersebut tidak terkonsentrasi pada zona tertentu dan relatif tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia. Namun, ketimpangan IPP antar provinsi pada domain pendidikan relatif tinggi. Nilai tertinggi IPP domain pendidikan berada di Provinsi DI Yogyakarta (90,00), sedangkan yang terendah adalah di Provinsi Papua (53,33). Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi (PT) merupakan indikator domain pendidikan terendah, dengan angka 31.45 di Provinsi Bangka Belitung. Sedangkan indikator rata-rata lama sekolah dan APK Sekolah Menengah terendah berada di Papua, dengan angka 8,08 dan 77,88.

book_2

Produk

Laporan Indeks Pembangunan Olahraga 2023

  • Rilis:
    30/11/2023

  • File:
    1 Files

  • Ukuran:
    1.98 MB

Indeks Pembangunan Olahraga 2023 sebesar 0,327 dari skala 0-1, menunjukkan penurunan sedikit dibandingkan tahun sebelumnya. Dimensi kebugaran jasmani dan partisipasi berada dalam kategori rendah, sedangkan dimensi ekonomi, perkembangan personal, dan literasi fisik berada dalam kategori menengah. Kebugaran jasmani anak dan pemuda Indonesia saat ini menjadi tugas yang mengharukan, dengan hanya 6,79% dan 5,04% yang masuk kategori baik/lebih pada kelompok usia 10-15 tahun dan 16-30 tahun, masing-masing. Hal ini memperjelas kebutuhan untuk peningkatan dalam pendidikan olahraga, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan membangun negara yang lebih sehat dan produktif menuju tahun 2045.

book_2

Produk

Laporan Indeks Pembangunan Pemuda 2023

  • Rilis:
    09/09/2023

  • File:
    1 Files

  • Ukuran:
    2.04 MB

Indeks Pembangunan Pemuda adalah sebuah instrumen untuk memberikan gambaran kemajuan pembangunan pemuda di Indonesia. Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) merupakan indeks komposit yang memberikan gambaran terhadap tiga lapisan domain pembangunan pemuda. Ketiga hal tersebut terdiri dari pembangunan individu, pembangunan penghidupan dan kesejahteraan, serta partisipasi dalam berbagai bidang kehidupan. Dalam kerangka penyusunan IPP, aspek aspek pembangunan pemuda tersebut dikelompokkan ke dalam 5 domain dengan 15 indikator penyusunnya. Kelima domain tersebut adalah (i) domain pendidikan, (ii) domain kesehatan dan kesejahteraan, (iii) domain lapangan dan kesempatan kerja, (iv) domain partisipasi dan kepemimpinan, serta (v) domain gender dan diskriminasi. Laporan Indeks Pembangunan Pemuda 2023 memberikan gambaran kemajuan pembangunan pemuda di Indonesia pada Tahun 2021 karena data yang digunakan adalah data tahun 2022.

book_2

Produk

Laporan Indeks Pembangunan Pemuda 2022

  • Rilis:
    30/12/2022

  • File:
    1 Files

  • Ukuran:
    1.34 MB

Indeks Pembangunan Pemuda adalah sebuah instrumen untuk memberikan gambaran kemajuan pembangunan pemuda di Indonesia. Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) merupakan indeks komposit yang memberikan gambaran terhadap tiga lapisan domain pembangunan pemuda. Ketiga hal tersebut terdiri dari pembangunan individu, pembangunan penghidupan dan kesejahteraan, serta partisipasi dalam berbagai bidang kehidupan. Dalam kerangka penyusunan IPP, aspek aspek pembangunan pemuda tersebut dikelompokkan ke dalam 5 domain dengan 15 indikator penyusunnya. Kelima domain tersebut adalah (i) domain pendidikan, (ii) domain kesehatan dan kesejahteraan, (iii) domain lapangan dan kesempatan kerja, (iv) domain partisipasi dan kepemimpinan, serta (v) domain gender dan diskriminasi. Laporan Indeks Pembangunan Pemuda 2022 memberikan gambaran kemajuan pembangunan pemuda di Indonesia pada Tahun 2021 karena data yang digunakan adalah data tahun 2021.

book_2

Produk

Laporan Indeks Pembangunan Olahraga 2022

  • Rilis:
    10/11/2022

  • File:
    1 Files

  • Ukuran:
    2.63 MB

Laporan ini menyebutkan bahwa capaian pembangunan olahraga tahun 2022 yang diukur dengan sembilan dimensi menunjukkan skor sebesar 0,376, menurun 32 poin dibandingkan capaian tahun 2021 yang sebesar 0,408. Capaian tersebut termasuk dalam kategori rendah dari skala 0,00-1. Indeks tertinggi ada pada dimensi ekonomi sebesar 0,604, literasi fisik sebesar 0,576, dan perkembangan personal sebesar 0,550. Sementara itu, indeks terendah ada pada dimensi SDM sebesar 0,071, kebugaran sebesar 0,194, dan partisipasi sebesar 0,309. Fakta tersebut membuktikan bahwa intervensi kebijakan dan program harus lebih gencar dilakukan agar berdampak signifikan dalam mendongkrak nilai indeks.